Saniah (55thn) warga masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan yang di lakukan diperumahan Griya Kencana Karang kandri, Cilacap Jawa tengah. Pada survey september 2008,90% responden yang tinggal di sekitar lokasi PLTU menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut terutama pada anak-anak dan yang berusia lanjut.Tuntut Penghentian Penggunaan Batubara di Indonesia
Koalisi anti-batubara mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batubara.
Cilacap, Indonesia — Masyarakat Cilacap yang tergabung dalam KAM (Komite Aspirasi Masyarakat) bersama dengan Koalisi Anti-Batubara(1) mendesak Pemerintah untuk menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batubara karena dampak-dampak buruknya yang melebihi nilai tambah yang diperoleh baik untuk masyarakat sekitar dan untuk iklim global.
Masyarakat sekitar PLTU Cilacap yang dirugikan dengan hilangnya mata pencaharian seperti tak dapat digarapnya sawah sekitar lokasi PLTU dan menurunnya hasil tangkapan ikan menuntut PLTU agar segera ditutup.
Selama ini usaha negosiasi kompensasi bagi kerusakan yang ditimbulkan operasi PLTU di tiga desa dan perumahan Griya Kencana Permai tidak membuahkan hasil. masyarakat telah menderita banyak sekali kerusakan.
Pada 11 Februari 2009, Koalisi Anti-Batubara bersama masyarakat sekitar lokasi PLTU menyelenggarakan kegiatan "Kenduri Masyarakat untuk Energi Bersih". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai dengan layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar, pemutaran film dan diskusi.
PLTU Cilacap mulai beroperasi pada tahun 2006 dengan kapasitas 600 Megawatt yang langsung memasok jaringan listrik Jawa-Bali. Anak-anak yang lahir setelah PLTU beroperasi banyak yang menderita penyakit pernafasan berkepanjangan dan pertumbuhan badan yang dibawah rata-rata normal anak seusia mereka.
Survey Greenpeace pada bulan September 2008 lalu (2) mendapati hampir 90 persen responden yang tinggal di sekitar lokasi PLTU menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut terutama pada anak-anak dan yang berusia lanjut.
Pemerintah Indonesia saat ini berencana untuk mengurangi penggunaan bahanbakar minyak menjadi batubara dan gas. Rencana tersebut juga akan mengembalikan rencana pemerintah untuk membangun PLTU bertenaga batubara berkapasitas 10.000 megawatt pada tahun 2009 atau 2010. Pemerintah juga telah menetapkan target konsumsi batubara menjadi lebih dari 33%. (3)
Koalisi Anti-Batubara mendesak pemerintah untuk menunjukkan kemauan politik untuk mengembangkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan listrik nasional.
Batubara sebagai sumber energi yang terkotor dan merupakan penyumbang utama emisi karbondioksida ke atmosfer, bertanggung jawab terhadap laju pemanasan global dan bencana iklim yang sudah memakan korban jiwa 150.000 setiap tahunnya.
Pemerintah harus segera menunjukan kemauan politik mengembangkan sumber-sumber energi bersih dan terbarukan yang berlimpah di negeri ini.
http://Greenpeace.urg

0 komentar:
Post a Comment
Jangan Lupa Komen'nya ya....